05 August 2008

Sarcastic Choice...

Ditulis pada suatu Jumat dini hari *Insomnia mode was loading..... Jika suatu hari lu ketemu dgn gw, and you call me as a sarcastic person, well... jangan kaget klo gw akan bilang bahwa lu adalah orang ke sekian yg menyebut gw begitu, hehe... Bukannya bangga atau gw menyebutnya sebagai prestasi, tapi entah kenapa, lumayan sulit utk melepaskan ‘atribut’ itu dari diri gw. Jadi inget pas gw dan salah seorang temen gw ngatain seorang bule di kantor dia dgn julukan SC alias Sarcastic C******************. Suatu ketika temen gw itu bilang, “Haha... kayaknya lu deh yg sarkastik. Sok ngatain dia lu”. Gw jawab,”Ya juga ya coy, hehe... Ah ga kok, parahan dia”. Waktu itu pernah, guru2 baru di JHS tanya ke gw, “Miss, acara *********** itu ngapain aja sih?” (menyebut slh satu kegiatan yg diadakan di sekolah gw dan terus terang ga terlalu gw suka, cos I think it’s just a waste of time. Mind me). Gw jawab,”Mau dgr jawaban jujur gw atau apa?!”. “Apa?” tanya mereka. “Hmm... haha, hihi, makan, trus pulang”, begitu jawab gw dengan ekspresi datar. Mereka semua langsung terdiam dan senyum. Temen2 gw jd suka tempat curhat tentang kejadian di sekolah langsung pada ketawa denger cerita ini, dan rata2 pada bilang,”Sarkastik banget sih lu!”. BUT trust me, I didn’t do that in purpose, I mean just to ‘keep’ that image on me... NO WAY! Ga ada niat buat gitu lah jelasnya. It happened just like that. Biasanya Roswi yg sering banget denger komentar sarkas gw klo kita lagi jalan. Dunno why it’s so damn hard for me not to be ‘to-the-point’. Lucky me to have a boss like Bu Erma yg ga keberatan dgn sikap gw yg satu ini. Ya tentunya gw ga pernah lah mengutarakan komen sarkas yg kurang wuajar. Gw insya Allah masih sadar diri kok, hehe... Gara-gara sikap to-the-point gw ini juga, I think, yg membuat gw kehilangan ‘kesempatan itu’, hiks! Terlalu cepat menarik kesimpulan, ga ngasih celah sedikit pun sangking cueknya, seenak jidatnya ngatain orang (untung dia ga tersinggung dgn sarcastic comment gw wktu itu. Btw, yg wktu itu termasuk sarkas ga ya?!? Hmm....ga juga ah, huehehe...), and didn’t dare to take the chance(s). Eventually, mau gimana pun akhirnya ‘those ten days’... gw harus bersyukur, karena dia udh buka pikiran gw akan buanyakkkkk hal. “God is great!”, I spoke to myself. “He’s so..... awesomely good in giving surprise”, “He wants to give me a lesson/lessons”, “He wants me to ‘destroy’ my arrogancy and over-ingnorance”, probably those are why He ‘made’ me to meet that guy. Hiks... gw masih suka sedih klo inget betapa begonya gw waktu itu. T_T. Wish that I could turn back time.. Oh... I wish...

No comments:

Post a Comment

Interviewer: The helmet has a special meaning for many drivers. How important is it to you?_________ Kimi: It protects my head.