21 June 2008

Pembalap F1 Boikot GP Inggris

Boikot tindakan realistis
Jumat, 20 Juni 2008 | 17:12 WIB PRANCIS, JUMAT - Sebelum dimulai sesi latihan resmi pertama F1 GP Prancis, terembus kabar kalau para pembalap F1 akan melakukan aksi boikot GP F1 Inggris, dua minggu setelah balapan ini. Tindakan ini berkaitan dengan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan setiap pembalap untuk mendapatkan superlincenses. Seperti untuk musim balapan 2008, World Motorsport Council menetapkan setiap pembalap dikenakan biaya 10 ribu Euro (sekitar Rp. 145 juta) plus 2.000 Euro (Rp.29 juta) per poin. Bisa dibayangkan, Kimi Raikkonen yang meraih juara dunia 2007, untuk mendapatkan superlicenses harus merogoh kocek sebesar 230 ribu Euro (Rp,3,35 miliar). Besarnya jumlah biaya yang dibebankan kepada pembalap, Assosiasi Para Pembalap F1 (Grand Prix Driver Association) mengadakan rapat dengan Presiden FIA, Max Mosley. Jika Mosley tidak setuju dengan tuntutan para pembalap yang minta diturunkan harganya, mereka akan melakukan boikot di GP Inggris (6 Juli) nanti. Menurut direktur GPDA, Fernando Alonso, aksi mogok dari para pembalap merupakan tindakan yang realistis. Pembalap tim Red Bull, Mark Weber yang juga pernah menduduk posisi penting di GPDA menilai kurang pas bila berdiskusi dengnan Mosley. "Lebih tepat kalau masalah ini dibicarakan dengan Berni Ecclestone (bos F1)," saran Weber. SBT http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 06/20/17122024/ pembalap. f1.boikot. gp.inggris

No comments:

Post a Comment

Interviewer: The helmet has a special meaning for many drivers. How important is it to you?_________ Kimi: It protects my head.